Environmental Fisheries Molecular research group
Ditulis pada tanggal 26 October 2017, oleh admin, pada kategori Berita, Kegiatan

IMG-20171018-WA0000

AVIBRO (Anti Vibrio) merupakan salah satu produk hasil penelitian yang dilakukan oleh ketua RG ENFISHMO yaitu Dr. Ir. Mohamad Fadjar, M.Sc. AVIBRO adalah obat yang digunakan untuk mengatasi serangan bakteri vibrio yang sering menyerang hewan budidaya baik udang maupun ikan. Di antara kelompok jasad renik yang menyebabkan kerugian serius di dalam budidaya udang, adalah bakteri. Karena menyebabkan kerugian secara ekonomis dan menyebabkan kerusakan pada tambak. Penyakit karena bakteri, sebagian besar berkaitan dengan bakteri jenis Vibrio, telah dilaporkan menyerang udang dalam budidaya udang. Sedikitnya berjumlah ada 14 jenis vibrio , yaitu Vibrio Harveyi, V. splendidus, V. parahaemolyticus, V. alginolyticus, V. anguillarum, V. vulnificus, V. campbelli, V. fischeri, V. damsella, V. pelagicus, V. orientalis, V. ordalii, V. mediterrani, V. logei. Vibriosis adalah suatu penyakit hasil bakteri yang bertanggung jawab pada kematian budidaya udang di seluruh dunia (Lightner et al., 1992; Lavilla-Pitogo et Al., 1990).

Gejala klinis penyakit vibriosis bentuk akut pada ikan dewasa ditandai dengan warna kulit kusam disertai hilang nafsu makan, letargi dengan hemoragi dipangkal sirip dengan fin rot yaitu kerusakan kulit dengan tepi merah atau putih karena infeksi sekunder jamur. Dinding abdomen, organ viseral, jantung, dan kulit terjadi hemoragi difus, membengkak, distensi abdomen dengan asites. Penyebaran penyakit cepat dan ikan mati dalam 2-3 hari dengan mortalitas tinggi. Biasanya dalam keadaan stres ikan tampak berwarna kusam (gelap) dengan hemoragi kutan pada sirip dan ekor, insang pucat, hemoragi tersebut memborok sampai terjadi lesi di kulit. Saat nekropsi terlihat kongesti dengan hemoragi diseluruh permukaan organ internal dan cairan serosanguinus pada ginjal dan limpa yang membengkak (Spira et al. 1981). Bakteri vibrio penyebab vibriosis masih merupakan masalah utama bagi industri budidaya yang menyebabkan kematian sehingga mencapai 100 persen.